7 Langkah Mudah Membuat Pot Hias dari Beton

23 Jan 2017

Ada sebagian di antara kita yang gemar utak-atik, membuat sesuatu yang baru dengan bahan yang ada di sekitar kita. Hobi DIY (Do It Yourself) sangat menguntungkan karena bisa menghemat uang dan mengisi waktu luang. Bahkan bisa juga menjadi sarana terapi untuk membebaskan diri dari stres dalam kehidupan sehari-hari. 

Pot bunga buatan sendiri bisa membuat tanaman hias Anda semakin cantik. Anda pun bebas berkreasi membuat pot bunga dengan model apapun yang Anda inginkan. Beberapa tanaman dalam pot yang diatur sedemikian rupa bisa menyulap teras rumah jadi taman kering modern yang sedap dipandang. Selain daun yang menghijau, tanaman hias akan semakin indah jika diletakkan dalam pot bunga yang unik. 

Di artikel ini Anda bisa mencontek membuat pot bunga sendiri dengan bahan dasar beton. Selain tahan lama, pot bunga dari semen dapat memberikan sentuhan pedesaan dan industrial di sudut rumah Anda.

1. Memilih cetakan

Untuk membuat pot bunga kreasi Anda, pertama Anda harus menyiapkan dua buah cetakan. Kedua cetakan ini adalah cetakan luar dan cetakan dalam. Bentuk kedua cetakan itu harus sama persis, namun dengan ukuran yang berbeda.  Perhatikan agar selisih ukuran dua cetakan tidak kurang dari 5 cm, karena ini akan mempengaruhi ketebalan pot bunga. 

Bila Anda hendak membuat pot bunga setinggi 60 cm, usahakan agar ketebalan pot bunga minimal 7,5 cm. Tinggi dan tebal pot saling berkaitan dan mempengaruhi ketahanan pot. Anda bisa menggunakan berbagai bahan untuk cetakan, misalnya plastik, kardus, stainless steel, bahkan styrofoam. Pilih bahan cetakan yang paling mudah digunakan dan tidak mempersulit Anda. 

2. Melapisi cetakan

Setelah cetakan siap, lumuri cetakan dengan minyak mineral (bensin, solar atau minyak tanah) atau pelumas semprot. Langkah ini akan memudahkan kita saat mengeluarkan pot dari cetakan. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan cetakan yang terbuat dari kaca, karena minyak tidak akan diserap oleh permukaannya. Selain itu, cetakan tidak akan rusak dan bisa digunakan lagi lain waktu.

3. Mencampur beton

Sebelum mencampur beton, sebaiknya lindungi tangan dengan sarung tangan khusus. Kemudian campur beton di wadah atau ember yang sudah tidak terpakai. Beton tahan retakan adalah bahan terbaik untuk pot bunga karya Anda. Bisa dibeli dalam bentuk beton instan (sudah lengkap dengan pasir, semen, dll.) yang tersedia di toko bahan bangunan. 

Tuangkan beton yang Anda perlukan dalam sebuah wadah lain. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai Anda mendapatkan adonan beton yang sesuai dengan petunjuk penggunaan di kemasan beton instan. Saat mengaduk beton Anda bisa menambahkan beberapa elemen seperti pecahan kaca atau batu karang. Namun jangan sampai elemen yang Anda tambahkan mempengaruhi komposisi adonan beton.

4. Tuang adonan dalam cetakan

Sebelum memasukkan adonan beton dalam cetakan, Anda harus meletakkan batu-batu di bagian dasar cetakan. Tujuannya adalah sebagai drainase atau jalan keluar untuk air. Anda juga bisa melakukannya kemudian setelah adonan mengering dan mengebor bagian dasar pot bunga dua atau tiga hari setelah adonan mengering. 

Selanjutnya, masukkan adonan ke dalam cetakan. Mulailah dengan bagian dasar, lalu ratakan adonan dengan sekop kecil. Ingat, bagian dasar pot harus lebih tebal daripada dinding pot. Oleh karena itu, adonan di bagian dasar harus lebih banyak daripada di bagian dinding pot. 

Kemudian masukkan sisa adonan beton ke dalam ruang di antara dua cetakan. Tekan adonan dengan sekop untuk memastikan tidak ada udara dan ruang itu benar-benar dipadati oleh adonan. Lakukan sampai adonan memenuhi semua ruang pada cetakan. 

5. Diamkan

Bungkus cetakan dengan plastik dan biarkan selama dua hari. Cara untuk memeriksa apakah adonan beton sudah benar-benar mengering adalah dengan menggores permukaannya dengan obeng atau pisau. Jika goresan itu membekas artinya pot beton Anda belum kering. 

6. Lepas cetakan

Lepaskan cetakan dalam dari pot secara perlahan. Cetakan yang terbuat dari kardus akan lebih mudah dilepaskan. Cetakan dari kaca harus dipecahkan, jika bagian dalamnya tidak dilapisi minyak mineral. 

Setelah itu lepaskan cetakan luar. Bersihkan permukaan pot dengan sikat berbulu tebal. Biarkan pot selama satu minggu, dan usap permukaannya dengan lap basah satu kali setiap hari agar warna pot lebih cerah. Saat ini Anda mungkin sudah membayangkan tanaman apa yang paling cocok diletakkan dalam pot bunga karya Anda. Mungkin Anda ingin meletakkan tanaman sirih hias seperti pot karya Majui ini. 

sumber