Studi Tentang Pengaruh Mendengarkan Musik Bagi Pengendara

19 May 2016

Banyak pengendara mobil mendengarkan musik selama perjalanan. Berikut ini beberapa survey yang telah dilakukan terkait pengaruh mendengarkan musik bagi pengendara seperti dikutip dari detikOto.

Menurut penelitian Los Angeles In-Car Listening Survei yang dilakukan oleh Arbiton/ Edison, 1999, menyatakan bahwa dari 1.000 pengemudi yang disurvei, sebanyak 95% mengemudikan mobilnya sambil mendengarkan musik. Baik musik yang berasal dari radio, CD, kaset, iPod, MP3, ataupun melalui iTunes hingga Spotify.

Sementara itu survei Allianz "Your Cover" Insurance 2014, Claims Journal, menyatakan bahwa dari sebanyak 1.000 pengemudi, sebanyak 25% alasan pengemudi mendengarkan musik ketika mengemudi adalah untuk meningkatkan konsentrasi, dimana konsentrasi tinggi merupakan salah satu faktor yang memastikan keamanan saat mengemudi.

Sebuah studi di Belanda juga menguji dampak musik saat mengemudi pada pengendara dengan usia 19 dan 25.  Mereka diminta untuk membuat playlist lagu yang disukai untuk diputar saat berkendara selama 30 menit di jalanan yang monoton. Studi tersebut menghasilkan bahwa para pengemudi merespons lebih baik kecepatan mobil yang berada di depannya dibandingkan dengan pengemudi yang mengemudi tanpa musik. Musik diperkirakan meningkatkan energi dan kewaspadaan dari pengemudi.

Salah satu studi dari Populus pada sebanyak 2.000 pengemudi, mengungkapkan bahwa musik dengan hentakan cepat seperti Hip-Hop atau Heavy Metal dapat memberikan pengaruh pada pengemudi sehingga memacu kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, sementara musik klasik dan POP lebih membantu pengemudi untuk mengemudi dengan lebih stabil dan tenang.

Namun, The British Royal Socrety For Prevention of Accidents (RoSPA, 2007) menyatakan bahwa volume dari musik yang dimainkan lah yang harus menjadi perhatian, karena volume yang tinggi dapat menurunkan tingkat kewaspadaan pengemudi sehigga dapat membahayakan saat mengemudi.